Arsip Kategori

Pendidikan

SMA Negeri 3 Klaten Terima Sertifikat ISO-9001:2008

SMA Negeri 3 Klaten Terima Sertifikat ISO-9001:2008

Sertifikat ISO 9001-2008 yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya SMA Negeri 3 Klaten berhasil meraihnya. Penyerahan Sertifikat ISO 9001-2008 pada SMA Negeri 3 Klaten bersamaan dengan peresmian gedung SMA Negeri 3 Klaten, Rabu (4/3). Kepala SMA Negeri 3 Klaten Ryryn Purwanti ditemui usai acara peresmian Gedung SMA Negeri 3 Klaten dan penyerahan Sertifikat ISO 9001-2008, ia mengungkapkan untuk memperoleh Sertifikat ISO 9001-2008 harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh lembaga penjamin mutu sekolah. Dengan diterimanya sertifikat ISO tersebut SMA Negeri 3 Klaten diharapkan standart mutu mesti harus terjamin. Karena akan terus diawasi oleh lembaga penjamin mutu sekolah, Lebih lanjut Ryryn Purwanti mengatakan, tentunya setelah SMA Negeri 3 Klaten menerima ISO kepercayaan masyarakat akan bertambah. Ini akan disertai meningkatkan layanan pada masyarakat Klaten. Sehingga akan memberi kepuasan pada pelanggan. Karena dengan didapatnya ISO 9001-2008 maka sekolah berupaya untuk menyempurnakan kurikulum pelajaran, meningkatkan bidang sarana prasarana, melayani kegiatan siswa, tidak ketinggalan tentunya juga bidang perpustakaan. Dengan dibangunnya gedung baru, sarana prasarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 3 Klaten dapat terpenuhi. Sehingga yang diharapkan Ryryn Purwanti mutu pendidikan di SMA Negeri 3 Klaten akan lebih baik lagi. Sarana IT untuk mendukung kegiatan belajar mengajar cukup tinggi kemampuannya. Ruangan untuk belajar IT ada dua ruangan. Sehingga para siswa ketika menggunakan fasilitas informasi teknologi (IT) dapat lancar, karena hot spotnya terhitung cepat. Karena fasilitas komputer yang memadahi diharapkan siswa dapat memanfaatkan untuk sarana belajar, Dengan dibangunnya gedung SMA Negeri 3 Klaten, Ryryn Purwanti mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Kabupaten Klaten, dan semua instansi yang terkait dalam pembangunan gedung SMA Negeri 3 Klaten. Hadir dalam peresmian gedung SMA Negeri 3 Klaten adalah Staf Ahli Bupati Sunardi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Pantoro, para kepala sekolah SMP, SMA, SMK , dan tamu undangan lainnya. Sambutan Bupati H Sunarna yang dibacakan oleh Sunardi, antara lain mengatakan agar gedung sekolah yang telah dibangun ini dapat digunakan sebaik-baiknya. Sehingga gedung SMA Negeri 3 Klaten ini benar-benar bermanfaat. Dalam peresmian gedung SMA Negeri 3 Klaten, untukj memeriahkan suasana ditampilkan tari-tarian oleh siswa. Hiburan tari yang ditampilkan adalah tari gambyong, tari luyung, paduan suara, juga ditampilkan tarian barongse, serta pentas band siswa di lapangan, Seorang siswi kelas 12 IPA 1 yang bernama Nadira NB, sehubungan dengan peresmian gedung baru, ia mengatakan senang. Ia rasakan di gedung yang baru ini Nadira merasa nyaman. Sejak sekitar bulan Oktober tahun 2-14 lalu, siswa pindah di gedung yang baru ini siswa rajin masuk sekolah. Menurutnya sudah tidak ada yang bolosan.

Masuk Jam Ke-0 Untuk Hadapi UN

Masuk Jam Ke-0 Untuk Hadapi UN

Masuk Jam Ke-0 Untuk Hadapi UN SMP Negeri 3 Gantiwarno dan SMP Negeri 3 Klaten menghadapi ujian nasional siswa kelas 9 mengawali pelajaran dimulai pada jam ke-0. SMP Negeri 3 Gantiwarno pelajaran tambahan dimulai pukul 06.00, sedangkan SMP Negeri 3 Klaten dimulai pada pukul 06.10. Tambahan pelajaran yang diawali dari jam ke-0 ini untuk menghadapi ujian nasional yang tinggal beberapa bulan lagi. Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Gantiwarno Gatot Priyono ditemui di kantornya, Sabtu (28/2) lalu mengatakan, tambahan pelajaran bagi siswa kelas 9 yang dimulai pada jam ke-0 mendapat tanggapan positip dari para orang tua murid. Pelajaran tambahan bagi siswa kelas 9 sudah dimulai sejak bulan Januari lalu. Para siswa kelas 9, lanjut Gatot Priyono, meresponnya cukup baik. Terbukti para siswa kelas 9 datang di sekolah tepat waktu. Banyak siswa sebelum pukul 06.00 sudah banyak yang datang. Tambahan pelajaran diberikan sampai pukul 06.50. Selama 50 menit siswa diberi latihan soal-soal mata pelajaran (Mapel) yang diujinasionalkan, ialah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tambahan pelajaran ini dilaksanakan hari Senin sampai Kamis. Gatot Priyono juga mengungkapkan, yang memberi tambahan jam pelajaran untuk memperdalam atau pengayaan pada murid adalah para guru wiyata bhakti (WB). Para guru WB penuh semangat memberi latihan-latihan soal. Gatot Priyono yakin, bila semua siswa kelas 9 serius mengikuti tambahan pelajaran maka siswa kelas 9 yang jumlahnya ada 140 anak dapat nilai UN cukup baik. Sedangkan Kepala SMP Negeri 3 Klaten Suparmo, ketika ditemui di kantornya, Selasa (3/3) siang mengungkapkan berusaha melayani siswanya dengan baik. Untuk menghadapi UN ia siasati dengan tiga sesi atau cara. Pertama sesi untuk pengayaan dilaksanakan pada jam ke-0. Pengayaan ini dimulai dari pukul 06.10 hingga pukul 06.50. Menurut Suparmo dalam sesi pengayaan ini siswa yang pandai diajak untuk berjalan cepat. Dalam pengayaan ini siswa kelas 9 diberi soal-soal latihan. Kedua sesi reguler diberikan pada pukul 15.00 hingga pukul 16.00. Penambahan jam pelajaran bagi siswa secara reguler dilaksanakan pada hari Senin s/d. Kamis. Kemudian cara atau sesi ke-3 tambahan jam pelajaran bagi siswa yang nilainya kurang. Pelaksananaan juga hari Senin sampai dengan hari Kamis. Untuk mengadakan tambahan jam pelajaran, Suparmo menyampaikan pemberitahuan dengan surat edaran pada para orang tua/wali murid. Ini merupakan ajakan dari sekolah agar para siswa kelas 9 menghadapi UN dapat berhasil baik. Suparmo mengungkapkan, tambahan pelajaran bagi para siswa kelas 9 ini tanpa memungut beaya dari orang tua/wali murid. Biaya untuk pengayaan atau tambahan jam pelajaran diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Suparmo mengatakan, sebagai kepala SMP Negeri 3 Klaten ia punya prinsip pelayanan pada murid dan juga dapat meningkatkan phisik sekolah. Karena itu ia berusaha untuk melayani pada siswa. Untuk peningkatan phisik di SMP Negeri 3 Klaten telah ditambahi kamar WC. Ini agar lingkungan di SMP Negeri 3 Klaten terasa nyaman.

UN On-Line Masih Verifikasi

UN On-Line Masih Verifikasi

Wacana adanya UN On Line SMP di Klaten masih dalam verifikasi. Apalagi acuan petunjuk operasional (POS) belum ada. Namun Kepala SMP Negeri 1 Delanggu Agus Ristanto mengatakan siap UN On Line ketika dihubungi Klaten Direktori lewat posel, Kamis (26/2) petang. Lebih lanjut, ia menjawab pertanyaan Klaten Direktori mengenai kesiapan sarana komputer dan para siswa yang akan ujian, Agus Ristanto mengatakan Insya Allah sudah siap. Menurutnya jumlah komputer di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Delanggu ada 50 unit. Ia menegaskan kondisi komputer di SMP Negeri 1 Delanggu dalam kondisi ready (siap pakai). Dikatakan juga para siswa kelas 9 (3 SMP) jumlahnya ada 165 siswa yang akan menempuh ujian nasional on line belum diadakan latihan. Menurutnya, apalagi sekarang sedang dilakukan verifikasi. Dari pembicaraan Agus Ristanto ketika dihubungi Klaten Direktori nampak optimis siswa SMP Negeri 1 Delanggu dapat mengerjakan ujian nasional (UN) secara on line. Kasi SMP Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Ramelan, pada Klaten Direktori mengatakan untuk UN on line SMP belum ada petunjuk pelaksanaan (juklak) atau POS-nya, di kantornya, Selasa (24/2) lalu. Lebih lanjut Ramelan mengatakan, untuk Kabupaten Klaten ada dua SMP yang ikut UN on line, ialah SMP Negeri 2 Klaten jumlah siswa kelas 9 ada 174 siswa, dan SMP Negeri 1 Delanggu peserta UN on line ada 165 siswa. Menurutnya, sekolah di Kabupaten Klaten yang akan melaksanakan UN on line sekarang masih dalam proses verifikasi. Tentunya, kalau juklak atau POS sudah turun, sekolah akan melakukan latihan mengerjakan UN on line. POS akan dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sehubungan dengan UN on line SMP, jadwal ujian tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 8 Mei. Diharapkan dalam menghadapi UN on line itu semua ready. Baik siswa, guru, dan sarana komputer. Informasi yang muncul lewat media, bahwa UN on line tidak terhubung dengan jaringan internet. Jadi hanya dilayani server lokal di kelas (Kompas, 26 Februari 2015, hal 11).

SDN 1 Ceper Rebut Juara 1 LCC

SDN 1 Ceper Rebut Juara 1 LCC

Setelah berhasil lolos masuk tahap 1 dalam babak penyisihan, akhirnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Ceper berhasil merebut juara 1 lomba LCC SD se Kabupaten Klaten, di Wisma PGRI Klaten, Rabu s/d Kamis (25-26 Feb). Jumlah total nilai yang dikumpulkan mencapai 250 poin. Dalam lomba cerdas cermat (LCC) tingkat sekolah dasar ini, SDN 1 Ceper mewakili Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Ceper. Peserta LCC sekolah dasar sebanyak 26 regu sebagai perwakilan dari masing-masing UPTD Pendidikan se Kabupaten Klaten. Pelaksanaannya, pada hari pertama, Rabu (25/2) merupakan babak penyisihan yang diikuti sebanyak 26 regu dari perwakilan UPTD Pendidikan. Pada babak pertama ini untuk menentukan pemenang yang masuk klasifikasi 6 besar. Kemudian pada hari ke-2, Kamis (26/2), dari 6 besar atau regu itu dipertandingkan untuk menentukan tiga pemenang sebagai juara 1, juara 2, dan juara 3. Kasi TK/SD Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Suroyo, ditemui di sela-sela pelaksanaan LCC-SD pada Klaten Direktori mengungkapkan, pelakasanaan LCC-SD liding sektornya adalah Dinas Pendidikan yang ditangani oleh Kasi TK/SD. Pada tahap ke-2 ini soal-soal yang diujikan adalah cepat-tepat. Pesertanya dalam regu adalah siswa kelas 4 atau kelas 5. Lebih lanjut Suroyo mengatakan, dari pengujian di tahap 2 ini yang berhasil masuk tiga besar adalah regu A SD Negeri 1 Ceper dengan total nilai 250. Sehingga SD Negeri 1 Ceper ini berhasil sebagai juara 1. Kemudian juara 2 diraih regu E oleh SD IT AN Jatinom dengan perolehan total nilai 110, dan juara 3 jatuh pada regu D dari SD Negeri 2 Klaten (Ngepos), Klaten Tengah dengan memperoleh total nilai 110 juga. Namun untuk menentukan juara 2 kemudian diadakan tes lagi diawali dengan undian. Menurut Suroyo, tiga regu yang memperoleh juara 1, juara 2, maupun juara 2 sebagai penghargaan akan memperoleh piala, piagam, dan uang pembinaan. Tiga penghargaan itu akan diberikan pada para juara dalam waktu yang belum ditentukan. Namun pemberian penghargaan itu akan diberikan secara bersama-sama bagi para juara yang lain. Dalam LCC-SD ini para juri lomba atau panitia lomba dibentuk oleh Kasi TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. Pantauan Klaten Direktori, pelaksanaan LCC-SD dari hari pertama hingga hari ke-2 berjalan lancar. Pada hari pertama pelaksanaan LCC-SD para guru pendamping siswa dan kepala SD banyak datang di Wisma PGRI yang berada di jalan Dewi Sartika untuk menyaksikan LCC-SD dan memberi semangat para siswa. Tidak ketinggalan, para pengawas TK/SD se Kabupaten Klaten yang baru saja dikumpulkan di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten juga banyak yang datang di Wisma PGRI Klaten. Sehingga halaman Wisma PGRI Klaten nampak penuh.

Adik-adik Adalah Pilihan

Adik-adik Adalah Pilihan

Adik-adik peserta Jambore Cabang di Dodiklapur Rindam IV Diponegoro sejak Jumat s/d Minggu (20 s/d.22 Februari) adalah adik-adik pilihan. Selama mengikuti perkemahan ini tempat berlatih, berbuat, berbhakti, dan berkarakter. Demikian diungkapkan Ka Kwartir Cabang Kabupaten Klaten Anang Widayaka, dalam amanatnya ketika dilaksanakan upacara pembubaran di lapangan arena perkemahan Jambore Cabang Kwartir Cabang (Kwarcab) Klaten, Minggu (22/2) sore. Yang dimaksudkan adik-adik pilihan adalah adik-adik yang mengikuti perkemahan ini adalah adik-adik yang sudah dipilih dari sekolah menengah pertama (SMP) masing-masing. Dikatakan juga semua peserta perkemahan jambore ini akan mendapat sertifikat. Kemudian, lanjut Anang Widayaka, pada bulan Agustus yang akan diadakan Jambore Daerah Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah. Peserta dari Kwarcab Klaten yang diikutkan dalam Jambore Daerah syaratnya mempunyai sertifikat peserta Jambore Cabang Kwarcab Kabupaten Klaten. Dalam amanatnya, Anang Widayaka juga mengucapkan selamat pada peserta yang berprestasi. Untuk meraih prestasi ini tentunya peserta meraihnya dengan cara yang sehat. Karena dalam jambore cabang ini sebagai media untuk berlatih, berbuat, berbhakti, dan berkarakter. Selama perkemahan Jambore Cabang ini juga untuk saling mengenal di antara peserta. Salah seorang panitia Mar, ketika dikonfirmasi mengenai jumlah peserta jambore ia memberi informasi jumlahnya ada 89 regu. Dari 89 regu tersebut trerdiri dari 42 regu putra dan 47 regu putri. Menurutnya yang diamini oleh para panitia Jambore yang lain, ada SMP yang tidak mengirimkan perwakilan, antara lain, SMP Negeri Ngawen, SMP Neger Kalikotes, dan SMP Negeri Juwiring. Alasan yang disampaikan mengenai tidak mengikuti jambore cabang alasannya ada kegiatan lain. Beberapa adik-adik yang mengikuti jambore cabang ini mengatakan merasa senang karena dapat berkenalan dengan peserta lain. Ini dapat untuk melatih keberanian dalam bergaul dengan teman-teman yang baru dikenalnya. Suasana yang dirasakan bagi pra peserta adalah senang. Lomba-lomba yang diadakan dalam perkemahan Jambore Cabang adalah untuk melatih kerja sama dalam regu dan mandiri. Tidak ketinggalan para pembina Pramuka dari masing-masing sekolah juga ikut mendampingi selama jambore.

Siswa Ndeso Juga Dapat Berprestasi

Siswa Ndeso Juga Dapat Berprestasi

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Karangnongko, Untung Agil, menginginkan siswa di desa juga ada peluang untuk berprestasi. Untuk dapat prestasi mesti rajin dan disiplin berlatih. Hal tersebut diungkapkan Untung Agil ketika ditemui di kantornya, Rabu (18/2) siang. Lebih lanjut ia katakan, tidak hanya siswa/anak yang dapat meraih prestasi. Namun, para guru yang bertugas di wilayah desa juga dapat berprestasi. Maka Untung Agil mempunyai ungkapan "Yoben diarani wong ndeso ning pinter". Semangat ini akan digelorakan terus dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pinggiran. Untung Agil yang baru sekitar dua bulan menjabat Kepala UPTD Pendidikan di Kecamatan Karangnongko mengharapkan siswa dari Kecamatan Karangnongko dapat meraih prestasi dalam Pekan Olahraga Pelajar (POPDA) Kabupaten Klaten yang akan diselenggarakan pada pekan akhir bulan Februari ini. Dia optimis bahwa siswa yang mewakili Kecamatan Karangnongko untuk mengikuti lomba-lomba akan mendapat prestasi. Menjawab pertanyaan wartawan Klaten Direktori mengenai siswa dari sekolah dasar (SD) mana yang diandalkan dapat berhasil dalam mengikuti lomba-lomba, ia mengatakan yang diandalkan adalah siswa dari SD Negeri Desa Blimbing. Harapan dapat merncapai prestasi dalam mengikuti lomba-lomba, menurutnya ditumpukan pada SD Negeri Blimbing. Menyinggung mengenai guru-guru yang bermasalah ia katakan sudah ditangani Kepolisian Resort Klaten. Menurutnya itu urusan pribadi guru yang bermasalah. Untung Agil sebelum menjabat Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Karangnongko ia menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha (TU) UPTD Pendidikan di Kecamatan Pedan. Dia menyadari masih perlu banyak belajar dengan jabatannya yang baru ini,

741 Guru Lulus PLPG Ikuti Pembinaan

741 Guru Lulus PLPG Ikuti Pembinaan

Sebanyak 741 orang guru yang telah lulus PLPG tahun 2014 mengikuti pembinaan di GOR Gelarsena Klaten, Selasa (17/2). Peserta PLPG tahun 2014 yang tidak lulus sebanyak 67 orang guru.Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Sudirno ketika menyampaikan laporan dalam pembinaan guru lulus Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2014. Lebih lanjut dikatakan, guru yang telah lulus PLPG tahun 2014 adalah guru taman kanak-kanak {TK) ada 344 orang, guru sekolah dasar (SD) 258 orang, guru sekolah luar biasa (SLB) sebanyak 14 orang, guru sekolah menengah pertama (SMP) 45 orang, guru sekolah menengah atas (SMA) ada 15 orang, dan guru sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 65 orang. Laporan yang disampaikan Sudirno, guru yang dikirim mengikuti PLPG tahun 2014 sebanyak 808 orang terdiri guru TK hingga SMA/SMK. Prosentase yang lulus ada 91,7 %, dan yang tidak lulus ada 8,3%. Dari jumlah 808 orang guru mengikuti PLPG tersebar di beberapa universitas antara lain di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Negeri Yogyakarta (UNJ), di Universitas Semarang, dan di Universitas Surabaya. Hadir dalam pembinaan guru lulus PLPG tersebut antara lain Bupati Klaten H Sunarna, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Pantoro, Kepala Bidang PMPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten H Muzayin, Kepala Bidang Dikmenum Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Wahono, Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Bambang Teguh Setya, dan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Klaten Joko. Juga hadir para kepala UPTD Pendidikan se Kabupaten Klaten, beberapa kepala SMA, dan lainnya. Para guru yang telah lulus PLPG tahun 2014 memakai baju putih dan bawah rok atau celana warna hitam. Mereka penuh perhatian mendengarkan pengarahan dari Kepala Dinas Pendidikan Pantoro, dan Bupati H Sunarna. Pantoro dalam pengarahannya antara lain mengatakan, anda yang dikodratkan menjadi guru mestinya merasa bersyukur. Panggilan sebagai guru merupakan tugas mulia, karena akan mempersiapkan generasi muda untuk kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panggilan sebagai guru hendaknya menjadi pendidik yang profesional. Dalam mempersiapkan anak atau generasi muda yang mandiri. Pendidikan akhlak pada anak-anak mesti diutamakan, karena ini untuk membentuk karakter anak kelak dewasa. Maka dalam tugasnya sebagai pendidik guru harus memberi sikap teladan yang baik. Tentunya tindakan guru yang berakhlak baik. Pantoro dalam sambutannya menekankan pendidikan karakter anak diutamakan.Menyinggung turunnya dana sertifikasi ada prosesnya. Mulai mengikuti PLPG sampai lulus dapat sertifikasi sebagai guru yang profesional. Kemudian ada proses pemberkasan yang mesti dikirim ke Kemendiknas. Bukan kalau sudah lulus PLPG terus serta merta mendapat tunjangan sertifikasi. Pantoro menganalogikan bukan seperti kalau minta uang pada orang tua. Begitu minta langsung diberi. Ia tegaskan turunnya tunjangan sertifikasi ada prosesnya. Begitu uang dikirim dari pusat ke Kabupaten Klaten, terus ada aturan pengelolaanya. Kemudian DPPKAD yang akan memproses tunjangan profesi guru sampai pada guru yang mempunyai hak menerima tunjangan profesi. Bupati H Sunarna dalam sambutannya mengawali dengan mengungkapkan tunjangan sertifikasi untuk meningkatkan profesional atau kompetensi guru. Guru mempunyai tugas mendidik anak yang belum pandai menjadi anak pandai, sehingga dapat mandiri. Pesanya pada guru yang mengikuti pembinaan nantinya bila sudah mendapat tunjangan sertifikasi sebagai profesi guru jangan sampai menimbulkan kerusakan keluarga. Kehidupan keluarga mesti dijaga keharmonisan dan kesetiaan. Dana untuk kegiatan pembinaan para guru yang telah lulus PLPG tahun 2014 ini adalah swadana. Semangatnya, dari guru untuk guru. (p.kusdinarno)

Yohanes Priyono Siap Mengabdi di SMA 2

Yohanes Priyono Siap Mengabdi di SMA 2

Keceriaan wajah Yohanes Priyono yang selalu nampak bila bertemu dengan siapapun. Dan dari pancaran raut muka itulah terlihat semangatnya untuk mengabdi di SMA Negeri 2 Klaten. Itulah kesan yang terbersit pada diri Yohanes Priyono yang biasa disapa Pak Pri dalam serah terima jabatan kepala SMA, SMK Negeri, dan kepala UPTD Pendidikan jajaran Dinas Pendidikan Klaten di aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Rabu (1/4) siang. Pengalaman Yohanes Priyono sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Wedi dan SMA Negeri 1 Jogonalan tentunya menjadi kawah candradimuka untuk menimba pengalaman didalam dunia pendidikan yang penuh dinamika. Secara kronologi, Yohanes Priyono mendapat surat keputusan (SK) sebagai Kepala SMA Negeri 1 Wedi pada tanggal 1 April 2009, kemudian SK Kepala SMA Negeri 1 Jogonalan tanggal 13 Pebruari 2012, dan sebagai Kepala SMA Negeri 2 Klaten dengan SK Nomor 821.2/289/10 tanggal 24 Maret 2015. Dengan didasari ketulusan hati dan jujur, serta semangat mengabdi dalam pendidikan bagi generasi muda, sikap inilah yang mendorong tekatnya untuk mempertahankan nama baik SMA Negeri 2 Klaten. Di tempat tugasnya yang baru ini Yohanes Priyono mengakui tidak gampang untuk mempertahankannya. Namun Pak Pri yang pernah mendapat penghargaan dua kali sebagai kepala sekolah berprestasi pada tahun 2012 dan tahun 2014 akan membesarkan hati bertekad untuk memajukan SMA Negeri 2 Klaten. Menurutnya, sekolah di manapun dan bagaimanapun juga tidak ada istilah dalam penanganan sekolah itu ringan. Semuanya itu berat, karena dalam dunia pendidikan adalah mempersiapkan manusia muda atau generasi muda untuk masa depan bangsa. Di sekolah adalah tempat mempersiapkan generasi muda, tempat untuk menyiapkan orang yang akan memimpin masa depan Negara Indonesia. Yohanes Priyono menegaskan ini tidak mudah, berat, karena dalam mempersiapkan calon pemimpin bangsa perlu program-program, dan menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan di sekolah. Secara khusus, Yohanes Priyono ketika mendapat tugasnya yang baru sebagai Kepala SMA Negeri 2 Klaten menyadari dan percaya bahwa SMA Negeri 2 secara riil dipandang sebagai SMA yang punya prestasi bagus. Artinya, inputnya juga sudah tinggi, dan output dan outcomenya juga sudah baik. Oleh karena itu Yohanes Priyono punya prinsip di tempat tugasnya yang baru, di SMA Negeri 2 Klaten ia tidak akan meninggalkan apa yang sudah dimiliki oleh SMA Negeri 2 Klaten sebagai dasar untuk menjadi SMA yang benar-benar nantinya tetap memiliki prestasi. Paling tidak mempertahankan prestasi, dan yang belum bagaimana menggalang prestasi dengan modal dasar yang sudah dipunyai oleh SMA Negeri 2 Klaten. Selama Yohanes Priyono menjabat Kepala SMA Negeri 1 Jogonalan sudah berusaha semaksimal mungkin. Secara nyata sarana prasarana sudah berkembang dan sudah mendukung untuk kegiatan belajar mengajar yang baik. Karena SMA Negeri 1 Jogonalan, menurutnya tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Bagaimanapun SMA Negeri 1 Jogonalan merupakan embrio menjadi sekolah yang dapat berprestasi. Selama Yohanes Priyono menjabat kepala sekolah di SMA Negeri 1 Jogonalan maruk peringkat lima besar di Kabupaten Klaten dari 29 SMA yang ada di Kabupaten Klaten. Motto yang ia kedepankan di mana saja sebagai kepala sekolah, hendaknya di SMA Negeri 1 Jogonalan dan SMA Negeri 2 Klaten menjadi sekolah tujuan bagi siswa yang baru saja lulus dari sekolah menengah pertama (SMP). Ia tetap berharap SMA Negeri Jogonalan dan SMA Negeri 2 Klaten dapat meraih prestasi. Tentunya perlu kerja sama yang baik dengan semua yang terkait, baik dewan guru maupun komite sekolah, dan lainnya. Yohanes Priyono yang lahir di Kebumen pada tanggal 7 Mei 1957, dan sekarang tinggal Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten dalam menekuni profesinya sebagai pendidik pada tahun 2012 sudah berulang kali mengikuti pendidikan dan latihan kepala sekolah di LPPKS Surakarta. Banyak pelatihan-pelatihan untuk menunjang tugas sebagai kepala sekolah selalu diikutinya. Sebagai orang yang beragama Katolik, sejak muda, Yohanes Priyono setiap melakukan kegiatan selalu mengandalkan kekuatan bimbingan dari Tuhan Yesus. Maka dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah ia selalu mohon bimbingan dalam doa-doa yang ia lambungkan pada Bapa yang ada di Sorga. Dan ia yakin Tuhan Yesus akan selalu memberi tuntunan. Untuk kegiatan gereja ia juga aktif di lingkungannya, ialah di wilayah Paroki Kebonarum. Yohanes Priyono meyakini semua yang ia dapatkan ini merupakan berkah dari Allah Bapa di Sorga.